Minggu, 16 Juni 2013

asal usul kehidupan




                  (TEORI ASAL-USUL KEHIDUPAN)













Nama    : Nikita A.M Pilander
Nim       : 12 312 872
Kelas     : PGBI Biologi / SEM II
KATA PENGANTAR

          Puji dan syukur kami pajatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya lah tugas makalah ini dapat diselesaikan dengan penuh rasa tanggung jawab.Tugas makalah ini berjudul “ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA PERKEMBANGANYA”.
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini untuk memenuhi tugas dari Dosen Mata Kuliah yang bersangkutan. Selain itu juga, dengan makalah ini kami dapat lebih memahami tentang asal mula kehidupan di bumi.
Kami meyadari bahwa tugas makalah ini banyak akan kekuranganya, baik cara tulisan maupun dari isi-isi makalah yang dibuat ini. Maka dari itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari sumua pihak demi kesempurnaan tugas maklalah ini.
Demikian pengantar dari kami, apabila ada kesalahan dan kekurangan, kami mengucapkan mohon maaf.Terima kasih.




                                                                                                                                           
                             Penulis,






BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
        Manusia sebagai makhluk hidup yang berakal budi mempunyai rasa ingin tahu rahasia alam dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering tidak dapat menjawab masalah dan tidak memuaskan. Sebelum abad ke-17, para ahli beranggapan bahwa makhluk hidup terjadi denagn sendiri nya dari makhluk tak hidup. Peryataan ini disebut teori generation spontanea.
- Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
          Ilmu alamiah dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji konsep – konsep dan prinsip – prinsip dasar yang esensial terhadap gejala – gejala alam termasuk manusia itu sendiri sebagai bagian dari alam dan segala yang ada di bumi ini.
- Pengertian Asal Mula Kehidupan di Bumi
          Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan sangat panas dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi loebih dingin sehingga membentuk sebuah kerak atau kulit bumi.
2
. Tujuan
           Memperkenalkan konsep – konsep dasar dalam ilmu alamiah dasar, memberikan wawasan pengetahuan, pengertian dan apresiasi tehadap objek dan cara pemikiran serta cara – cara pendekatan dan hasil – hasil dalam ilmu alamiah dasar, dan mendorong dan mengembangkan kemanfaatan ilmu alamiah dasar



BAB II
PEMBAHASAN

 ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA PERKEMBANGANNYA

A.  Asal Mula Kehidupan di Muka Bumi
 
         Fakta menunjukan bahwa bumi kita sejak awal memangul kehidupan. Menurut dugaan, usia bumi kurang lebih adalah 3.000 juta tahun, namun hadirnya kehidupan di atas bumi berubah sekitar 2.000 juta tahun dan ini berawal dari makhluk yang sangat sederhana. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioktif dengan zat hasil luruhnya.
          Dengan metode tersebut tersebut dapat diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari penelitian berbagai batuan ternyata terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang menunjukkan tanda – tanda sisa kehidupan atau fosil. Ini berarti pada saat itu telah ada kehidupan di bumi.
Dari  Mana Asal Mula Kehidupan di Muka Bumi  ?
Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula
kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan oleh para ahli tidak terlepas juga dari cara penalaran dari seseorang dari zaman ke zaman. Oleh karena itu, ada beberapa hipotesis yangt janggal kedengaranya. Sebaliknya, ada yang benar jika ditinjau dari segi logika.
Terlepas dari janggal tidaknya hipotesis itu, yang terpenting adalah bagaimana mereka sampai pada hipotesis itu dan adakah fakta yang mendukungnya.     
               
1)
 Hidup Datangnya dari Tuhan
          Pendapat semacam ini kita kenal dengan paham penciptaan khusus atau special creation yang mengandung pengertian bahwa Tuhan langsung turun tangan, kemudian menciptakan hidup di atas Bumi. Bagaimanakah kehidupan itu terjadi? Ilmu biologi yang harus mencari jawaban mengenai persoalan itu, berusaha mencari keterangan dalam taraf dan lingkungannya sendiri. Dengan demikian harus dihindarkan suatu gambaran tentang pekerjaan Tuhan yang agak antbromorfistis yang mengibaratkan Tuhan bagaikan manusia atau tukang (Sj. Drost J. Drs. Ilmu Alamiah Dasar, Buku Panduan Mahasiswa, 1992)
2)  Teori Cozmozoa
         Pendapat ini menyatakan bahwa makhluk hidup datang di bumi dari bagian lain alam semesta ini. Diperkirakan bahwa suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup dan benda hidup itu merupakan suatu partikel – partikel kecil.

3) Teori pfluger.
         Teori ini berpendapat bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali.
4) Teori Moore
 
       Teori ini menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil.                         
  5) Teori Allen
     
     Pendapat ini menyatakan bahwa pada saat keadaan berdifusi, bumi ini seperti keadaan sekarang. Beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi – materi. 
6)  Generatio Spontanea
 
          Teori ini dikenal juga dengan nama abiogenesis dengan tokohnya Aristoteles. Ia mengemukakan bahwa hidup ini bermula dari benda mati yang secara tiba – tiba menjadi jasad hidup
Contoh: cacing berasal dari lumpur, ulat berasal daging yang membusuk, dan tikus brasal dari bekas pakaian – pakaian yang tersimpan lama. Hipotesis ini akhirnya tenggelam setelah munculna para ilmuan lain dengan pola pikirnya yang lebih rasional.                   

\
Asal usul kehidupan dari mana serta kapan asal usul kehidupan di bumi ini sampai sekarang masih belum terungkap. Bila kita mengacu kepada teori – teori yang dikemukakan para ilmuwan, masing – masing teori memiliki kelebihan dan kelemahan yang pada akhirnya masih menjadi tanda tanya.  Ini dikarenakan teori evolusi yang menjelaskan tentang asal usul kehidupan juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu :
1.    evolusi tidak dapat didemonstrasikan secara nyata, karena evolusi berlangsung sangat lama dan kapan dimulai atau kapan berakhirpun tidak jelas. Bukti – bukti yang ditunjukkan pun masih belum meyakinkan  karena masih bersifat morfologis dan biokimia.
2.    Tidak ditemukannya fosil secara lengkap sehingga dapat direkonstruksikan atau dijadikan penghubung / perantara megenai urutan dari makhluk hidup sederhana menuju ke kompleks.
3.    Seleksi alam bukan merupakan penyebab utama dan atu – satunya agen evolusi. Berdasarkan percobaan tidak dapat dibuktikan bahwa ikan dapat berevolusi menjadi katak sebagai akibatdari seleksi alam.
Dari beberapa kelemahan tersebut dapat disimpulkan bahwa evolusi mengenai asal usul kehidupan tidak dapat terjawab.darimana mulai kehidupan tersebut dan secara universal,secara rasional,tetap saja belum bisa dibuktikan

   









Apa Bedanya Makhluk Hidup dengan Benda Mati ?
       Sifat – sifat umum yang dapat dipakai untuk membedakan antara makhluk hidup, maka makhluk hidup dengan benda mati adalah:
                                   
1)
. Bentuk dan Ukuran
 Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran tertentu sedangkan benda mati tidak.
Contoh: Batu ada yang sebesar butir pasir, ada yang sebesar gunung; sedangkan manusia misalnya bentuk dan ukurannya tertentu.
2)
. Komposisi Kimia
Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu yang terdiri dari unsur – unsur Karbon (C), Hydrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Belerang atau Sulfur (S), Fosfor (P) dan sedikit mineral. Benda mati komposisinya tidak tertentu.
3). Organisasi
Setiap makhluk hidup terbentuk dari sel – sel. Sel – sel ini membentuk jaringan, sedangkan jaringan ini membentuk organ. Sistem organ ini membentuk proses hidup. Pada benda mati misalnya batu, susunanya yang kompleks adalah hasil dari unsur  pokoknya.
4). Metabolisme
Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan makanan,  respirasi atau pernapasan, sekresi dan ekskresi. Benda mati tidak mengalami hal – hal tersebut.           Iritabilitas
Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan pada sekitarnya, misalnya cahaya,gerakan, kelembaban dan suhu. Besarnya reaksi tak seimbang besarnya aksi. Pada benda mati reaksinya seimbang dengan aksi.

  
Contoh: Besi yang kena panas akan memuai sesuai dengan panas yang datang.  
5). Reproduksi
Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedangkan pada benda mati tidak mati.
Perkembangan Teori Evolusi

1.    Sejarah perkembangan Teori evolusi
 Evolusi merupakan salah satu topik yang masih terus menjadi perdebatan di dunia pendidikan biologi, dan merambah di kehidupan masyarakat luas. Beberapa tokoh evolusionis berusaha untuk menjelaskan tentang peristiwa evolusi, mereka dari berbagai sudut pandang yang masing-masing, sehingga evolusi masih sulit untuk diterima oleh semua orang. Hal ini terkendala oleh faktor X yang biasa dikenal dengan istilah  “Missing Links”. Hilangnya beberapa penghubung evolusi menjadikan kendala yang masih sulit, untuk menghubungkan mata rantai kejadian evolusi dapat dijelaskan secara terinci. Para ilmuwan yang menggunakan metode ilmiah terus berusaha menyingkap kabut evolusi melalui sumber-sumber purbakala yang di dapat. Bukti uji Palaentologi, evolusi biologi, dan lempeng tektonik.
Mendengar kata ‘evolusi’ tentulah kita dengan segera memikirkan Darwin dengan “teori keranya”.Tetapi evolusi tidaklah hanya berkisar pada manusia dan kera.Berdasarkan asal katanya, evolusi berasal dari bahasa latin yaitu evolvo yang berarti membuka gulungan, membuka lapisan, atau menguraikan. Berdasarkan arti katanya, evolusi berasal dari bahasa Inggris yaitu evolution yang berarti perubahan atau perkembangan bertahap.
Pengenalan konsep
A.      Pengertian Evolusi

           Evolusi mempunyai arti suatu proses perubahan atau perkembangan secara bertahap dan perlahan-lahan. Perubahan yang terjadi menuju ke arah semakin kompleksnya struktur dan fungsi makhluk hidup dan semakin banyak ragam jenis yang ada. Definisi lain tentang evolusi  adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit, memakan waktu lama, dan menghasilkan perkembangan spesies baru. Evolusi juga dapat diartikan sebagai suatu perubahan secara bertahap dalam waktu yang lama akibat seleksi alam terhadap variasi gen dalam suatu individu hingga menghasilkan perkembangan spesies baru.Spesies baru yang terbentuk mengalami perkembangan dari sederhana menuju kompleks. ( Sudarno, 1994)
            Evolusi adalah perubahan bertahap pada rentang waktu  yang sangat panjang. Di dalam biologi, pengertian evolusi telah mengalami perkembangan, dimana menurut Darwinisme: evolusi adalah perubahan bertahap pada rentang waktu yang sangat panjang. Dengan berkembangnya genentika molekuler, para ilmuwan mengembangkan teori evolusi komprehensip yang menggabungkan Darwinisme dengan Mendelisme yang selanjutnya dikenal sebagai sintesis modern (modern syntesis), yang artinya evolusi adalah perubahan frekuensi alel dari suatu populasi persatuan waktu (Hendriani,Y. 2008).




C.      Perkembangan Teori Evolusi
1. Teori Evolusi Sebelum Darwin.
      Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan ide-ide Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau.Kenyataan bahwa bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan megalami perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin.Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’., artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada terjadi transfomasi spesies.Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’ misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, dan kakek Charles Darwin yaitu Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua.
          Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis, Nomogenesis, dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio; Warna, bentuk, letak dan bentuk putik, serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga.
           Ketiga teori ini mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar, semakin bervariasi, namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu.Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat.Aristogenesis menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik.
Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik, telah berhasil memberi nama  4.235 spesies hewan dan 5.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan), serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada.  Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme, bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantak terputus, tak tersisipi. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan, invertebrata, ikan, burung, dsb.




.
           Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam.Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme.Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar.Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil.Fosil yang berbeda yang terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru.Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada sekarang ini.
            Berbeda dengan yang dikemukakan Cuvier, Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology” mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam, tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini. Teori ini disebutUniformitarianisme, yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin, air, dan panas yang bekerja.Kekuatan ini mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi.
Erasmus Darwin pada tahun 1731 – 1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia”  bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859.Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”, dan dikenal dengan teori adaptasi-transformasi.Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat.


         Teori Lamarck, oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi. Teori Lamarck dikenal dengan paham “use and disuse” dari buku ‘Philosophie Zoologique’, diterbitkan pada tahun 1809.Kelebihan teori Lamarck :

1)  Mengemukakan ide dasar bahwa ada hubungan evolusi dengan lingkungan.
2)  Merupakan orang pertama yang mengemukakan teori evolusi organik.
3)  Orang pertama yang mengarahkan perhatian manusia tentang hubungan genotipe dengan lingkungan.

          Kelemahan teori Lamarck, tidak dapat menemukan bukti empiris yang mendukung hukum ‘use and disuse’.
Pendapat Weismann ini adalah menentang pendapat Lamarck, Weismann menyatakan bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan. Untuk membuktikan pendapatnya tersebut, Weismann melakukan percobaan sebagai berikut: mengawinkan 2 ekor tikus yang masing-masing dipotong ekornya. Ternyata anak-anaknya tetap berekor. Anak-anak tikus itu setelah dewasa dipotong ekornya dan dikawinkan sesamanaya, ternyata anak-anaknya tetap berekor. Percobaan tersebut dilaksanakan 21 kali, ternyata hasilnya tetap (Amin, 2009)
Dari percobaan yang dilakukan tersebut maka akhirnya Weismann menarik kesimpulan seperti berikut: 1) Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya; dan 2) Evolusi merupakan masalah genetika, artinya evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.
2. Teori Evolusi Darwin
Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang Charles Robert Darwin adalah ahli zoologi yang berasal dari negara Inggris.  Charles Darwin disebut sebagai bapak evolusi karena memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori evolusi. Dalam bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup. Buku ini diterbitkan pada tahun 1859.
          Menurut Darwin, asal-usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep “adaptasi pada lingkungan”. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitatnya, akan menurunkan sifat-sifat mereka pada keturunannya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya.Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam, dan lingkungan hidup telah diperhitungkan. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para pendahulunya, Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya.
Bukunya yang lain ia merumuskan pandangan bahwa semua jenis binatang berasal dari satu sel purba. Sel-sel purba ini menurut Darwin diciptakan oleh Tuhan. Tahun 1871, terbit buku kedua Darwin, “The Descent of Man (Asal Usul Manusia)”. Dalam buku ini, ia mengatakan: binatang yang paling maju, yaitu kera, dengan proses struggle of life, sedikit demi sedikit berubah, dan dalam jenisnya yang paling sempurna.
            Teori evolusi Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Sebelumnya pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the Tendency of Species to Form Variation, and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Mean of Sleection. Buku ini diterbitkan sebagai upaya menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace.
Darwin dianggap sebagai pencetus teori evolusi, maka ia dinobatkan sebagai bapak evolusi. Darwin tidak mengenyam pendidikan formal dibidang biologi, tetapi mempunyai minat yang tinggi untuk mengetahui hal lain dari makhluk hidup. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge, dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H.M.S. Beagle (1832 – 1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya(1837 – 1838) ke kepulauan Galapagos, Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan dengan
kenyataan yang terlihat di alam. Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos. Kenyataan yang dilihat Darwin, bahwa terdapat variasi paruh burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos.
          Awalnya, Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos adalah satu spesies, tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda. Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang yang sama. Dari kenyataan ini Darwin menerima ide yang menyatakan bahwa spesies dapat berubah.Perbedaan paruh pada burung Finch di kepulauan Galaphagos dapat dilihat pada Gambar 1.4 berikut.
Tahap berikutnya, ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah, tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence), menghasilkan adaptasi ciri-ciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis meningkatkan frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap, tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya, antara lain (1) Erasmus, kakek Charles Darwin, (2) Thomas Robert Malthus, ahli ekonomi, (3) Charles Lyell, yang ahli geologi, (4) Jean Baptista Lamarck.
Erasmus Darwin dalam bukunya “Zoonomia”, menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama, dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan, artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur.
         Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata, “perjuangan untuk hidup”.Dari Charles Lyell, Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh alam. Dalam bukunya “Priciple of Geology”  C. Lyell mengemukakan bahwa perubahan terus menerus pada bumi, masih terus berlangsung hingga kini.
Walaupun gagasan Lamarck tidak disetujui Darwin sepenuhnya, ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). Terjemahan Darwin tentang sifat yang didapat, yang lebih berbeda dengan Lamarck adalah mengenai sejarah panjang leher jerapah.
          Teori evolusi yang diajukan Darwin pada prinsipnya menyatakan bahwa perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh seleksi alam serta terjadinya variasi antarpopulasi. Darwin juga menggunakan contoh jerapah untuk menerangkan teorinya, yang sekaligus membuktikan kelemahan teori Lamarck. Menurut Darwin, pada dasarnya telah ada variasi panjang leher pada populasi jerapah. Jerapah berleher pendek kalah akibat kompetisi dengan jerapah berleher panjang, sehingga tidak dapat melangsungkan kehidupannya. Pada akhirnya hanya tinggal populasi jerapah berleher panjang yang bertahan di lingkungannya (hukum survival of fittest).

a.      Teori Seleksi Alam Darwin

          Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup, dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan wawasannya tentang seleksi alam, dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam.
lebih berhasil dari yang lainnya. Itu pula alasannya sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya individu pada generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun individu turunan yang dihasilkan sebenarnya sangat banyak.

b.      Pokok-pokok pikiran teori evolusi Darwin

Berdasarkan pokok-pokok pikiran tersebut, Darwin mengemukakan dua teori pokok tentang evolusi, yaitu: 1) Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies-spesies yang hidup pada masa lampau; 2) Evolusi terjadi karena adanya seleksi alam. Hanya individu-individu yang dapat menyesuaikan diri dengan alam lingkungan yang mampu hidup terus, sedangkan yang lainnya akan punah.
Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosil-fosil yang ditemukan pada permulaan abad 19.Apa yang ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan, fosil pada lapisan berbeda, berbeda pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya. Terlihat adanya perubahan berkesinambungan, meskipun tidak sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. Dan juga penting untuk kejelasan kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. Kesinambungan yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut, bagi para ahli dapat memberikan gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan.
          Darwin merumuskan teori evolusi sebagai teori seleksi alam, yang kemudian secara utuh dan lengkap dituangkan dalam bukunya yang berjudul “On The Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured races”. Makna utama dari wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi biologis terjadi karena peristiwa seleksi alam. Darwin mengartikan seleksi alam sebagai suatu perjuangan atau perkelahian langsung antar individu sejenis atau antar spesies.

c.       Pokok pikiran Darwin tentang Evolusi Manusia
    Selama ini toeri evolusi yang sering identik dengan teori evolusi Darwin adalah evolusi manusia yang berkembang dari kera. Didalam bukunya Darwin menggambarkan bagaimana perkembangan manusia modern ini berasal dari manusia sebelumnya. Manusia sebelumnya yang digambarkan oleh Darwin memiliki ciri-ciri yang hampir mirip dengan kera. Dengan begitu banyak ilmuwan yang membantah gambaran evolusi manusia oleh Darwin. Padahal Darwin tidak pernah mengatakan bahwa manusia berasal dari kera. Manusia dan kera mempunyai jalur evolusi yang berbeda.
Dasar proses evolusi menurut Darwin adalah adanya seleksi alam mengakibatkan perubahan yang bersifat menurun. Tetapi seleksi alam bukan berarti spesies yang dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan alam cenderung untuk berubah dan bertambah. Selanjutnya dengan perkembangan ilmu dan tehnologi dapat menjelaskan mengapa Darwin membuat gambaran tentang evolusi manusia.

 Teori evolusi setelah Darwin
Masa ini sering dikatakan sebagai neo-Darwinisme.  Para ahli menemukan bahwa ilmu genetika sangat perlu untuk menjelaskan proses evolusi. Selain itu semua sifat yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori evolusi. Pelopor penelitian dalam bidang genetika, yakni J. G. Mendel mengemukakan teori genetika yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. Teori genetika dapat menjelaskan darimana keanekaragaman pada makhluk hidup.
Dengan berbagai perkembangan dalam ilmu biologi, khususnya genetika maka kemudian teori evolusi Darwin diperkaya. Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi alam (neo-Darwinian) terjadi kareana adanya :
a). Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.
b). Perubahan da genotipe yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.
c) . Produksi varian baru melalui pada materi genetik yang diturunkan (DNA//RNA).
d) . Kompetisi antara individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.
e) . Generasi berikutnya mewarisi”kombinasi gen yang sukses” dari individu fertil (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.
         Setelaha neo-Darwinisme diikuti masa evolusi modern.Teori evolusi modern berpandangan bahwa sifat-sifat benda hidup berubah dengan bertambahnya waktu dan perubahan ini diarahkan oleh seleksi alam. Perubahan pada individu sepanjang hidupnya menyangkut suatu populasi dalam beberapa generasi. Suatu individu tidak dapat dikatakan mengalami evolusi, tetapi populasilah yang mengalami hal tersebut.
Perubahan yang diperoleh individu adalah perubahan dalam ekspresi dari potensi pertumbuhan yang dikandung gen yang dibawa. Di dalam populasi baik komposisi maupun ekspresi dari potensi pertumbuhan dapat mengalami pertumbuhan. Perubahan komposisi genetis inilah yang disebut evolusi. Di alam terdapat dua faktor yang bekerja secara harmonis yaitu factor penyebab keanekaragaman dan faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis.
Pada masa ini, para ahli tidak hanya bekerja dengan data morfologi, anatomi, dan penurunan genetika dalam mempelajari evolusi, tetapi, para ahli pada masa ini menggunakan pendekatan molekuler, dan fisiologis. Dengan demikian dapat ditentukan bahwa suatu organisme berkerabat dekat atau jauh terhadap organisme lainnya dari perbedaan dalam semua aspek yang mungkin dipelajari.



DAFTAR PUSTAKA