(TEORI
ASAL-USUL KEHIDUPAN)
Nama : Nikita A.M Pilander
Nim : 12 312 872
Kelas : PGBI Biologi / SEM II
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami pajatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya lah tugas makalah ini dapat diselesaikan dengan penuh rasa tanggung
jawab.Tugas makalah ini berjudul “ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA
PERKEMBANGANYA”.
Adapun tujuan
dari pembuatan makalah ini untuk memenuhi tugas dari Dosen Mata Kuliah yang
bersangkutan. Selain itu juga, dengan makalah ini kami dapat lebih memahami
tentang asal mula kehidupan di bumi.
Kami meyadari
bahwa tugas makalah ini banyak akan kekuranganya, baik cara tulisan maupun dari
isi-isi makalah yang dibuat ini. Maka dari itu kami mengharapkan adanya kritik
dan saran dari sumua pihak demi kesempurnaan tugas maklalah ini.
Demikian pengantar dari kami, apabila ada kesalahan dan kekurangan, kami mengucapkan mohon maaf.Terima kasih.
Penulis,
Demikian pengantar dari kami, apabila ada kesalahan dan kekurangan, kami mengucapkan mohon maaf.Terima kasih.
Penulis,
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk hidup yang berakal budi mempunyai rasa ingin tahu rahasia alam dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering tidak dapat menjawab masalah dan tidak memuaskan. Sebelum abad ke-17, para ahli beranggapan bahwa makhluk hidup terjadi denagn sendiri nya dari makhluk tak hidup. Peryataan ini disebut teori generation spontanea.
- Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu alamiah dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji konsep – konsep dan prinsip – prinsip dasar yang esensial terhadap gejala – gejala alam termasuk manusia itu sendiri sebagai bagian dari alam dan segala yang ada di bumi ini.
- Pengertian Asal Mula Kehidupan di Bumi
Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan sangat panas dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi loebih dingin sehingga membentuk sebuah kerak atau kulit bumi.
2 . Tujuan
Memperkenalkan konsep – konsep dasar dalam ilmu alamiah dasar, memberikan wawasan pengetahuan, pengertian dan apresiasi tehadap objek dan cara pemikiran serta cara – cara pendekatan dan hasil – hasil dalam ilmu alamiah dasar, dan mendorong dan mengembangkan kemanfaatan ilmu alamiah dasar
Manusia sebagai makhluk hidup yang berakal budi mempunyai rasa ingin tahu rahasia alam dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering tidak dapat menjawab masalah dan tidak memuaskan. Sebelum abad ke-17, para ahli beranggapan bahwa makhluk hidup terjadi denagn sendiri nya dari makhluk tak hidup. Peryataan ini disebut teori generation spontanea.
- Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu alamiah dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji konsep – konsep dan prinsip – prinsip dasar yang esensial terhadap gejala – gejala alam termasuk manusia itu sendiri sebagai bagian dari alam dan segala yang ada di bumi ini.
- Pengertian Asal Mula Kehidupan di Bumi
Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan sangat panas dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi loebih dingin sehingga membentuk sebuah kerak atau kulit bumi.
2 . Tujuan
Memperkenalkan konsep – konsep dasar dalam ilmu alamiah dasar, memberikan wawasan pengetahuan, pengertian dan apresiasi tehadap objek dan cara pemikiran serta cara – cara pendekatan dan hasil – hasil dalam ilmu alamiah dasar, dan mendorong dan mengembangkan kemanfaatan ilmu alamiah dasar
BAB
II
PEMBAHASAN
ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA PERKEMBANGANNYA
A. Asal Mula Kehidupan di Muka Bumi
Fakta menunjukan bahwa bumi kita sejak awal memangul kehidupan. Menurut dugaan, usia bumi kurang lebih adalah 3.000 juta tahun, namun hadirnya kehidupan di atas bumi berubah sekitar 2.000 juta tahun dan ini berawal dari makhluk yang sangat sederhana. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioktif dengan zat hasil luruhnya.
Dengan metode tersebut tersebut dapat diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari penelitian berbagai batuan ternyata terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang menunjukkan tanda – tanda sisa kehidupan atau fosil. Ini berarti pada saat itu telah ada kehidupan di bumi.
Dari Mana Asal Mula Kehidupan di Muka Bumi ?
Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan oleh para ahli tidak terlepas juga dari cara penalaran dari seseorang dari zaman ke zaman. Oleh karena itu, ada beberapa hipotesis yangt janggal kedengaranya. Sebaliknya, ada yang benar jika ditinjau dari segi logika.
Terlepas dari janggal tidaknya hipotesis itu, yang terpenting adalah bagaimana mereka sampai pada hipotesis itu dan adakah fakta yang mendukungnya.
1) Hidup Datangnya dari Tuhan
Pendapat semacam ini kita kenal dengan paham penciptaan khusus atau special creation yang mengandung pengertian bahwa Tuhan langsung turun tangan, kemudian menciptakan hidup di atas Bumi. Bagaimanakah kehidupan itu terjadi? Ilmu biologi yang harus mencari jawaban mengenai persoalan itu, berusaha mencari keterangan dalam taraf dan lingkungannya sendiri. Dengan demikian harus dihindarkan suatu gambaran tentang pekerjaan Tuhan yang agak antbromorfistis yang mengibaratkan Tuhan bagaikan manusia atau tukang (Sj. Drost J. Drs. Ilmu Alamiah Dasar, Buku Panduan Mahasiswa, 1992)
2) Teori
Cozmozoa
Pendapat ini menyatakan bahwa makhluk hidup datang di bumi dari bagian lain alam semesta ini. Diperkirakan bahwa suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup dan benda hidup itu merupakan suatu partikel – partikel kecil.
3) Teori pfluger.
Teori ini berpendapat bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali.
Pendapat ini menyatakan bahwa makhluk hidup datang di bumi dari bagian lain alam semesta ini. Diperkirakan bahwa suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup dan benda hidup itu merupakan suatu partikel – partikel kecil.
3) Teori pfluger.
Teori ini berpendapat bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali.
4) Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil.
Teori ini menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil.
5) Teori
Allen
Pendapat ini menyatakan bahwa pada saat keadaan berdifusi, bumi ini seperti keadaan sekarang. Beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi – materi.
Pendapat ini menyatakan bahwa pada saat keadaan berdifusi, bumi ini seperti keadaan sekarang. Beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi – materi.
6) Generatio
Spontanea
Teori ini dikenal juga dengan nama abiogenesis dengan tokohnya Aristoteles. Ia mengemukakan bahwa hidup ini bermula dari benda mati yang secara tiba – tiba menjadi jasad hidup
Contoh: cacing berasal dari lumpur, ulat berasal daging yang membusuk, dan tikus brasal dari bekas pakaian – pakaian yang tersimpan lama. Hipotesis ini akhirnya tenggelam setelah munculna para ilmuan lain dengan pola pikirnya yang lebih rasional.
\
Teori ini dikenal juga dengan nama abiogenesis dengan tokohnya Aristoteles. Ia mengemukakan bahwa hidup ini bermula dari benda mati yang secara tiba – tiba menjadi jasad hidup
Contoh: cacing berasal dari lumpur, ulat berasal daging yang membusuk, dan tikus brasal dari bekas pakaian – pakaian yang tersimpan lama. Hipotesis ini akhirnya tenggelam setelah munculna para ilmuan lain dengan pola pikirnya yang lebih rasional.
\
Asal usul kehidupan dari mana serta kapan asal usul kehidupan di bumi ini
sampai sekarang masih belum terungkap. Bila kita mengacu kepada teori – teori
yang dikemukakan para ilmuwan, masing – masing teori memiliki kelebihan dan
kelemahan yang pada akhirnya masih menjadi tanda tanya. Ini dikarenakan
teori evolusi yang menjelaskan tentang asal usul kehidupan juga memiliki
beberapa kelemahan, yaitu :
1. evolusi tidak dapat didemonstrasikan secara nyata, karena evolusi berlangsung sangat lama dan kapan dimulai atau kapan berakhirpun tidak jelas. Bukti – bukti yang ditunjukkan pun masih belum meyakinkan karena masih bersifat morfologis dan biokimia.
2. Tidak ditemukannya fosil secara lengkap sehingga dapat direkonstruksikan atau dijadikan penghubung / perantara megenai urutan dari makhluk hidup sederhana menuju ke kompleks.
3. Seleksi alam bukan merupakan penyebab utama dan atu – satunya agen evolusi. Berdasarkan percobaan tidak dapat dibuktikan bahwa ikan dapat berevolusi menjadi katak sebagai akibatdari seleksi alam.
Dari beberapa kelemahan tersebut dapat disimpulkan bahwa evolusi mengenai asal usul kehidupan tidak dapat terjawab.darimana mulai kehidupan tersebut dan secara universal,secara rasional,tetap saja belum bisa dibuktikan
1. evolusi tidak dapat didemonstrasikan secara nyata, karena evolusi berlangsung sangat lama dan kapan dimulai atau kapan berakhirpun tidak jelas. Bukti – bukti yang ditunjukkan pun masih belum meyakinkan karena masih bersifat morfologis dan biokimia.
2. Tidak ditemukannya fosil secara lengkap sehingga dapat direkonstruksikan atau dijadikan penghubung / perantara megenai urutan dari makhluk hidup sederhana menuju ke kompleks.
3. Seleksi alam bukan merupakan penyebab utama dan atu – satunya agen evolusi. Berdasarkan percobaan tidak dapat dibuktikan bahwa ikan dapat berevolusi menjadi katak sebagai akibatdari seleksi alam.
Dari beberapa kelemahan tersebut dapat disimpulkan bahwa evolusi mengenai asal usul kehidupan tidak dapat terjawab.darimana mulai kehidupan tersebut dan secara universal,secara rasional,tetap saja belum bisa dibuktikan
Apa Bedanya Makhluk Hidup dengan Benda Mati ?
Sifat
– sifat umum yang dapat dipakai untuk membedakan antara makhluk hidup, maka
makhluk hidup dengan benda mati adalah:
1). Bentuk dan Ukuran
Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran tertentu sedangkan benda mati tidak.
Contoh: Batu ada yang sebesar butir pasir, ada yang sebesar gunung; sedangkan manusia misalnya bentuk dan ukurannya tertentu.
2). Komposisi Kimia
Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu yang terdiri dari unsur – unsur Karbon (C), Hydrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Belerang atau Sulfur (S), Fosfor (P) dan sedikit mineral. Benda mati komposisinya tidak tertentu.
3). Organisasi
Setiap makhluk hidup terbentuk dari sel – sel. Sel – sel ini membentuk jaringan, sedangkan jaringan ini membentuk organ. Sistem organ ini membentuk proses hidup. Pada benda mati misalnya batu, susunanya yang kompleks adalah hasil dari unsur pokoknya.
4). Metabolisme
Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan makanan, respirasi atau pernapasan, sekresi dan ekskresi. Benda mati tidak mengalami hal – hal tersebut. Iritabilitas
Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan pada sekitarnya, misalnya cahaya,gerakan, kelembaban dan suhu. Besarnya reaksi tak seimbang besarnya aksi. Pada benda mati reaksinya seimbang dengan aksi.
Contoh: Besi yang kena panas akan memuai sesuai dengan panas yang datang.
5). Reproduksi
Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedangkan pada benda mati tidak mati.
1). Bentuk dan Ukuran
Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran tertentu sedangkan benda mati tidak.
Contoh: Batu ada yang sebesar butir pasir, ada yang sebesar gunung; sedangkan manusia misalnya bentuk dan ukurannya tertentu.
2). Komposisi Kimia
Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu yang terdiri dari unsur – unsur Karbon (C), Hydrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Belerang atau Sulfur (S), Fosfor (P) dan sedikit mineral. Benda mati komposisinya tidak tertentu.
3). Organisasi
Setiap makhluk hidup terbentuk dari sel – sel. Sel – sel ini membentuk jaringan, sedangkan jaringan ini membentuk organ. Sistem organ ini membentuk proses hidup. Pada benda mati misalnya batu, susunanya yang kompleks adalah hasil dari unsur pokoknya.
4). Metabolisme
Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan makanan, respirasi atau pernapasan, sekresi dan ekskresi. Benda mati tidak mengalami hal – hal tersebut. Iritabilitas
Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan pada sekitarnya, misalnya cahaya,gerakan, kelembaban dan suhu. Besarnya reaksi tak seimbang besarnya aksi. Pada benda mati reaksinya seimbang dengan aksi.
Contoh: Besi yang kena panas akan memuai sesuai dengan panas yang datang.
5). Reproduksi
Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedangkan pada benda mati tidak mati.
Perkembangan
Teori Evolusi
1.
Sejarah perkembangan Teori evolusi
Evolusi
merupakan salah satu topik yang masih terus menjadi perdebatan di dunia
pendidikan biologi, dan merambah di kehidupan masyarakat luas. Beberapa tokoh
evolusionis berusaha untuk menjelaskan tentang peristiwa evolusi, mereka dari
berbagai sudut pandang yang masing-masing, sehingga evolusi masih sulit untuk
diterima oleh semua orang. Hal ini terkendala oleh faktor X yang biasa dikenal
dengan istilah “Missing Links”. Hilangnya beberapa penghubung evolusi
menjadikan kendala yang masih sulit, untuk menghubungkan mata rantai kejadian
evolusi dapat dijelaskan secara terinci. Para ilmuwan yang menggunakan metode
ilmiah terus berusaha menyingkap kabut evolusi melalui sumber-sumber purbakala
yang di dapat. Bukti uji Palaentologi, evolusi biologi, dan lempeng tektonik.
Mendengar kata ‘evolusi’ tentulah
kita dengan segera memikirkan Darwin dengan “teori keranya”.Tetapi evolusi
tidaklah hanya berkisar pada manusia dan kera.Berdasarkan asal katanya, evolusi
berasal dari bahasa latin yaitu evolvo yang berarti membuka gulungan,
membuka lapisan, atau menguraikan. Berdasarkan arti katanya, evolusi berasal
dari bahasa Inggris yaitu evolution yang berarti perubahan atau
perkembangan bertahap.
Pengenalan konsep
A. Pengertian Evolusi
Evolusi
mempunyai arti suatu proses perubahan atau perkembangan secara bertahap dan
perlahan-lahan. Perubahan yang terjadi menuju ke arah semakin kompleksnya
struktur dan fungsi makhluk hidup dan semakin banyak ragam jenis yang ada.
Definisi lain tentang evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung
sedikit demi sedikit, memakan waktu lama, dan menghasilkan perkembangan spesies
baru. Evolusi juga dapat diartikan sebagai suatu perubahan secara bertahap dalam
waktu yang lama akibat seleksi alam terhadap variasi gen dalam suatu individu
hingga menghasilkan perkembangan spesies baru.Spesies baru yang terbentuk
mengalami perkembangan dari sederhana menuju kompleks. ( Sudarno, 1994)
Evolusi adalah
perubahan bertahap pada rentang waktu yang sangat panjang. Di dalam
biologi, pengertian evolusi telah mengalami perkembangan, dimana menurut
Darwinisme: evolusi adalah perubahan bertahap pada rentang waktu yang sangat
panjang. Dengan berkembangnya genentika molekuler, para ilmuwan mengembangkan
teori evolusi komprehensip yang menggabungkan Darwinisme dengan Mendelisme yang
selanjutnya dikenal sebagai sintesis modern (modern syntesis), yang artinya
evolusi adalah perubahan frekuensi alel dari suatu populasi persatuan waktu
(Hendriani,Y. 2008).
C. Perkembangan Teori
Evolusi
1. Teori Evolusi Sebelum Darwin.
Sejarah
munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan
dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan
ide-ide Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau.Kenyataan bahwa bahwa
makhluk hidup beraneka ragam dan megalami perubahan sudah teramati sejak lama,
namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi
pada masa Darwin.Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu
ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan
bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang
tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’.,
artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu
atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan
mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua
kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun
para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada
terjadi transfomasi spesies.Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’
misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, dan kakek Charles Darwin yaitu
Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan
teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun
sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa
dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua.
Ada beberapa
penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan
khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori
Orthogenesis, Nomogenesis, dan Aristogenesis yang menganggap
bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu
adalah germ plasma. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia
dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio; Warna, bentuk, letak dan bentuk
putik, serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga. Perubahan pada kuncup
menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga.
Ketiga teori ini
mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan
makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar,
semakin bervariasi, namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. Nomogenesis
menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan
tertentu.Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat.Aristogenesis
menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang
lebih baik.
Beberapa tokoh dan peristiwa yang
mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus
Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik, telah berhasil memberi
nama 4.235 spesies hewan dan 5.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa
makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan), serta tergolong
makhluk pertama yang benar-benar ada. Charles Bonnet (ahli pengetahuan
alam) percaya bahwa semua organisme, bahkan semua benda tak hidup mengalami
proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantak terputus, tak
tersisipi. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi
bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan, invertebrata, ikan, burung, dsb.
.
Menurut Cuvier
jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka
hal itu disebabkan terjadinya bencana alam.Bencana alam inilah yang melahirkan
teori Catastrophisme.Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di
bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar.Akibat bencana ini
dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil.Fosil yang berbeda yang
terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru.Lebih
jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith
dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke
bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada
sekarang ini.
Berbeda dengan
yang dikemukakan Cuvier, Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology”
mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak
karena terjadinya bencana alam, tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti
yang kita alami seperti sekarang ini. Teori ini disebutUniformitarianisme,
yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh
kekuatan angin, air, dan panas yang bekerja.Kekuatan ini mempengaruhi bentuk
dan struktur bumi di masa lalu. Pendapat ini dikemudian hari memberikan
sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi.
Erasmus Darwin pada tahun 1731 –
1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia” bahwa kehidupan bermula
dari asal mula yang sama. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami
Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859.Dikemudian hari
gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis
Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”, dan
dikenal dengan teori adaptasi-transformasi.Ahli lain yang sejalan dengan
pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi
itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat.
Teori Lamarck, oleh para ahli
sejarah disebut: adaptasi-transformasi. Teori Lamarck dikenal dengan
paham “use and disuse” dari buku ‘Philosophie Zoologique’,
diterbitkan pada tahun 1809.Kelebihan teori Lamarck :
1) Mengemukakan ide
dasar bahwa ada hubungan evolusi dengan lingkungan.
2) Merupakan orang
pertama yang mengemukakan teori evolusi organik.
3) Orang pertama yang
mengarahkan perhatian manusia tentang hubungan genotipe dengan lingkungan.
Kelemahan teori
Lamarck, tidak dapat menemukan bukti empiris yang mendukung hukum ‘use and
disuse’.
Pendapat Weismann ini adalah
menentang pendapat Lamarck, Weismann menyatakan bahwa perubahan sel tubuh
karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan. Untuk membuktikan pendapatnya
tersebut, Weismann melakukan percobaan sebagai berikut: mengawinkan 2 ekor
tikus yang masing-masing dipotong ekornya. Ternyata anak-anaknya tetap berekor.
Anak-anak tikus itu setelah dewasa dipotong ekornya dan dikawinkan sesamanaya,
ternyata anak-anaknya tetap berekor. Percobaan tersebut dilaksanakan 21 kali,
ternyata hasilnya tetap (Amin, 2009)
Dari percobaan yang dilakukan
tersebut maka akhirnya Weismann menarik kesimpulan seperti berikut: 1)
Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada generasi
berikutnya; dan 2) Evolusi merupakan masalah genetika, artinya evolusi adalah
gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.
2. Teori Evolusi Darwin
Charles Darwin (1809-1882)
memiliki nama panjang Charles Robert Darwin adalah ahli zoologi yang berasal
dari negara Inggris. Charles Darwin disebut sebagai bapak evolusi karena
memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori evolusi. Dalam bukunya On
the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of
Favoured Races in The Struggle for Life. Dalam bukunya ini ditekankan
bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk
hidup. Buku ini diterbitkan pada tahun 1859.
Menurut Darwin,
asal-usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep “adaptasi pada
lingkungan”. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi
pada habitatnya, akan menurunkan sifat-sifat mereka pada keturunannya.
Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah
suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek
moyangnya.Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa
yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam, dan lingkungan
hidup telah diperhitungkan. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para
pendahulunya, Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat
lepas dari lingkungannya.
Bukunya yang lain ia merumuskan
pandangan bahwa semua jenis binatang berasal dari satu sel purba. Sel-sel purba
ini menurut Darwin diciptakan oleh Tuhan. Tahun 1871, terbit buku kedua Darwin,
“The Descent of Man (Asal Usul Manusia)”. Dalam buku ini, ia
mengatakan: binatang yang paling maju, yaitu kera, dengan proses struggle
of life, sedikit demi sedikit berubah, dan dalam jenisnya yang paling
sempurna.
Teori evolusi
Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari
lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Sebelumnya
pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the
Tendency of Species to Form Variation, and on the Perpetuation of Varieties and
Species by Natural Mean of Sleection. Buku ini diterbitkan sebagai upaya
menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace.
Darwin dianggap sebagai pencetus
teori evolusi, maka ia dinobatkan sebagai bapak evolusi. Darwin tidak mengenyam
pendidikan formal dibidang biologi, tetapi mempunyai minat yang tinggi untuk
mengetahui hal lain dari makhluk hidup. Setelah menyelesaikan pendidikannya di
Cambridge, dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu
alam melalui ekspedisi H.M.S. Beagle (1832 – 1837) dan juga pada
ekspedisi Beagle yang berikutnya(1837 – 1838) ke kepulauan Galapagos,
Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan
dengan
kenyataan yang terlihat di alam.
Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung
(burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos.
Kenyataan yang dilihat Darwin, bahwa terdapat variasi paruh burung Finch
dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos.
Awalnya, Darwin
menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos
adalah satu spesies, tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda.
Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu
nenek moyang yang sama. Dari kenyataan ini Darwin menerima ide yang menyatakan
bahwa spesies dapat berubah.Perbedaan paruh pada burung Finch di kepulauan
Galaphagos dapat dilihat pada Gambar 1.4 berikut.
Tahap berikutnya, ia mengemukakan
teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. Ia mencatat dalam buku
catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive).
Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah, tetapi juga mengapa
mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. Perjuangan untuk
hidup (struggle for existence), menghasilkan adaptasi ciri-ciri atau
karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive
kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara
otomatis meningkatkan frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap,
tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Gagasan evolusi yang dicetuskan
oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya, antara lain (1)
Erasmus, kakek Charles Darwin, (2) Thomas Robert Malthus, ahli ekonomi, (3)
Charles Lyell, yang ahli geologi, (4) Jean Baptista Lamarck.
Erasmus Darwin dalam bukunya “Zoonomia”,
menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama, dan bahwa
respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. Thomas Robert Malthus
dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada
keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan, artinya
adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut
deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur.
Thomas Robert Maltus menarik bagi
Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata, “perjuangan untuk hidup”.Dari
Charles Lyell, Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh
alam. Dalam bukunya “Priciple of Geology” C. Lyell mengemukakan
bahwa perubahan terus menerus pada bumi, masih terus berlangsung hingga kini.
Walaupun gagasan Lamarck tidak
disetujui Darwin sepenuhnya, ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang
diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). Terjemahan
Darwin tentang sifat yang didapat, yang lebih berbeda dengan Lamarck adalah mengenai
sejarah panjang leher jerapah.
Teori evolusi
yang diajukan Darwin pada prinsipnya menyatakan bahwa perkembangan makhluk
hidup dipengaruhi oleh seleksi alam serta terjadinya variasi antarpopulasi.
Darwin juga menggunakan contoh jerapah untuk menerangkan teorinya, yang
sekaligus membuktikan kelemahan teori Lamarck. Menurut Darwin, pada dasarnya
telah ada variasi panjang leher pada populasi jerapah. Jerapah berleher pendek
kalah akibat kompetisi dengan jerapah berleher panjang, sehingga tidak dapat
melangsungkan kehidupannya. Pada akhirnya hanya tinggal populasi jerapah
berleher panjang yang bertahan di lingkungannya (hukum survival of fittest).
a.
Teori Seleksi Alam Darwin
Darwin telah
menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang
kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. Fakta
tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di
lingkungan makhluk hidup, dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan
wawasannya tentang seleksi alam, dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu
adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi
alam.
lebih berhasil dari yang lainnya.
Itu pula alasannya sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya
individu pada generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun
individu turunan yang dihasilkan sebenarnya sangat banyak.
b.
Pokok-pokok pikiran teori evolusi Darwin
Berdasarkan
pokok-pokok pikiran tersebut, Darwin mengemukakan dua teori pokok tentang
evolusi, yaitu: 1) Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies-spesies
yang hidup pada masa lampau; 2) Evolusi terjadi karena adanya seleksi alam.
Hanya individu-individu yang dapat menyesuaikan diri dengan alam lingkungan
yang mampu hidup terus, sedangkan yang lainnya akan punah.
Konsep perubahan secara evolusi
dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosil-fosil yang
ditemukan pada permulaan abad 19.Apa yang ditemukan tersebut berbeda dengan
makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan, fosil pada
lapisan berbeda, berbeda pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya.
Terlihat adanya perubahan berkesinambungan, meskipun tidak sepenuhnya dan hanya
lokasi-lokasi tertentu. Dan juga penting untuk kejelasan kesinambungan tersebut
perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. Kesinambungan yang didasarkan
pada kemiripan fosil-fosil tersebut, bagi para ahli dapat memberikan gambaran
prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan.
Darwin merumuskan teori evolusi
sebagai teori seleksi alam, yang kemudian secara utuh dan lengkap dituangkan
dalam bukunya yang berjudul “On The Origin of Species by Means of Natural
Selection, or The Preservation of Favoured races”. Makna utama dari
wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi biologis terjadi karena
peristiwa seleksi alam. Darwin mengartikan seleksi alam sebagai suatu
perjuangan atau perkelahian langsung antar individu sejenis atau antar spesies.
c. Pokok pikiran Darwin tentang Evolusi Manusia
Selama ini toeri evolusi yang sering
identik dengan teori evolusi Darwin adalah evolusi manusia yang berkembang dari
kera. Didalam bukunya Darwin menggambarkan bagaimana perkembangan manusia
modern ini berasal dari manusia sebelumnya. Manusia sebelumnya yang digambarkan
oleh Darwin memiliki ciri-ciri yang hampir mirip dengan kera. Dengan begitu
banyak ilmuwan yang membantah gambaran evolusi manusia oleh Darwin. Padahal
Darwin tidak pernah mengatakan bahwa manusia berasal dari kera. Manusia dan
kera mempunyai jalur evolusi yang berbeda.
Dasar
proses evolusi menurut Darwin adalah adanya seleksi alam mengakibatkan
perubahan yang bersifat menurun. Tetapi seleksi alam bukan berarti spesies yang
dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan alam cenderung untuk berubah dan
bertambah. Selanjutnya dengan perkembangan ilmu dan tehnologi dapat menjelaskan
mengapa Darwin membuat gambaran tentang evolusi manusia.
Teori evolusi setelah Darwin
Masa ini
sering dikatakan sebagai neo-Darwinisme. Para ahli menemukan bahwa ilmu
genetika sangat perlu untuk menjelaskan proses evolusi. Selain itu semua sifat
yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori
evolusi. Pelopor penelitian dalam bidang genetika, yakni J. G. Mendel mengemukakan
teori genetika yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu
macam gen. Teori genetika dapat menjelaskan darimana keanekaragaman pada
makhluk hidup.
Dengan berbagai perkembangan
dalam ilmu biologi, khususnya genetika maka kemudian teori evolusi Darwin
diperkaya. Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi alam (neo-Darwinian)
terjadi kareana adanya :
a). Perubahan
frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.
b).
Perubahan da genotipe yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.
c) . Produksi
varian baru melalui pada materi genetik yang diturunkan (DNA//RNA).
d) . Kompetisi
antara individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya
lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.
e) . Generasi
berikutnya mewarisi”kombinasi gen yang sukses” dari individu fertil (dan
beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.
Setelaha
neo-Darwinisme diikuti masa evolusi modern.Teori evolusi modern berpandangan
bahwa sifat-sifat benda hidup berubah dengan bertambahnya waktu dan perubahan
ini diarahkan oleh seleksi alam. Perubahan pada individu sepanjang hidupnya
menyangkut suatu populasi dalam beberapa generasi. Suatu individu tidak dapat
dikatakan mengalami evolusi, tetapi populasilah yang mengalami hal tersebut.
Perubahan
yang diperoleh individu adalah perubahan dalam ekspresi dari potensi
pertumbuhan yang dikandung gen yang dibawa. Di dalam populasi baik komposisi
maupun ekspresi dari potensi pertumbuhan dapat mengalami pertumbuhan. Perubahan
komposisi genetis inilah yang disebut evolusi. Di alam terdapat dua faktor yang
bekerja secara harmonis yaitu factor penyebab keanekaragaman dan faktor yang
bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis.
Pada masa ini, para ahli tidak
hanya bekerja dengan data morfologi, anatomi, dan penurunan genetika dalam
mempelajari evolusi, tetapi, para ahli pada masa ini menggunakan pendekatan
molekuler, dan fisiologis. Dengan demikian dapat ditentukan bahwa suatu
organisme berkerabat dekat atau jauh terhadap organisme lainnya dari perbedaan
dalam semua aspek yang mungkin dipelajari.
DAFTAR PUSTAKA